Di Sidang Kabinet paripurna, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa ada pihak luar yang tidak senang melihat Indonesia menjadi negara yang kuat. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memberikan arahan kepada jajaran menteri terkait kondisi nasional dan berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah.
Baca Juga: Genoa Vs Inter: Nerazzurri Menang Tipis, Puncaki Klasemen
Penegasan Kekuatan Negara
Dalam arahannya, Prabowo menilai kekuatan Indonesia terlihat dari kemampuan pemerintah dalam menghadapi krisis dan persoalan besar. Ia menyebut negara harus percaya diri dengan kapasitas yang dimiliki, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelembagaan.
Menurut Prabowo, tidak semua pihak menyambut positif kemajuan dan ketahanan Indonesia. Kondisi tersebut dianggap wajar dalam dinamika global.
Sorotan terhadap Narasi Publik
Prabowo juga menyinggung adanya narasi yang dinilai melemahkan kepercayaan publik terhadap negara. Ia mengingatkan bahwa informasi yang tidak seimbang dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membentuk persepsi negatif.
Dalam konteks ini, Di Sidang Kabinet Prabowo meminta jajaran pemerintah bekerja lebih solid dan fokus pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
Ajakan Tetap Waspada
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi tantangan dari dalam maupun luar negeri.
Kekuatan Indonesia, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh ekonomi dan militer, tetapi juga oleh persatuan rakyat dan stabilitas politik.
Kesimpulan
Di Sidang Kabinet, Prabowo menegaskan pandangannya bahwa ada pihak luar yang tidak suka melihat Indonesia kuat dan mandiri. Pernyataan ini menjadi pengingat agar pemerintah dan masyarakat tetap solid, waspada, serta fokus membangun bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
